Rekomendasi Mingguan Lautandhana 24 November 2014
Pemerintahan Jokowi-JK akhirnya merealisasikan kenaikan harga BBM bersubsidi yang berlaku efektif tanggal 17 November 2014 atau pada awal pekan lalu. Kenaikan harga BBM memang tidak sebesar yang diwacanakan semula Rp3.000 per liter, namun kebijakan tersebut tetap saja menuai kritikan dari anggota DPR yang sejak awal telah menjadi lawan politik Jokowi. Siap tidak populer, Jokowi akan menghadapi Hak Interpelasi DPR yang rencananya mulai digulirkan awal pekan ini.
Terlepas dari pro-kontra disisi politik, dari sudut pandang makro kenaikan harga BBM telah memberi ruang fiskal yang jauh lebih baik kepada pemerintah untuk merealisasikan program-program pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik, terutama dibidang pendidikan dan kesehatan. Adapun atas dampak inflasi yang ditimbulkan, Bank Indonesia telah dengan cepat menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin sehari setelah harga BBM dinaikkan.
Sejauh ini investor merespon positif kebijakan tidak populer pemerintah tersebut. Lalu bersamaan dengan rally indeks bursa saham global, IHSG pun perlahan mengendap naik kesekitar level 5.100. Sentimen positif yang sama diperkirakan masih akan bertahan pada pekan ini, terutama setelah bank sentral China memutuskan menurunkan suku bunga acuannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mencegah ancaman deflasi. Emiten terkait komoditas akan diuntungkan secara langsung dengan kebijakan ini.
http://goo.gl/GZhTP2