B : nanti saya ngomong dengan reporter anda,bagaimana si menyampaikan berita,kalau dia bisa merasakan wedus gembel mana mungkin dia msh bisa melaporkan disuhu 800 derajat celcius??? :ngakak: (ternyata sependapat ane sma doi,sukur loh makanya ngelaporin berita tuh jgn lebay)
tolong diberitahukan jika wedus gembel hanya berjarak 10km dan itu hanya ujan abu saja. .
A : hhhmmmmm. .:hammer: !@#$%^&*)(*&^%$#$#! (selanjutnya ane lupa gan :D)
itulah sepenggal percakapan yg tejadi akibat salah menyajikan berita,yg terkesan lebay dan tidak sesuai fakta. .
maka terimalah amarah kepala badan metereologi secara live yg ditonton 1 indonesia dan mencoreng muka tv o*e sendiri. .:ngakak:
ini link dari agan boughil buat yg pengen ngeliat profil pak suruno
[/spoiler]
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for pesan moral:
[/quote]
Quote:
sajikanlah berita secara lengkap dan sesuai fakta,jgn karena kehabisan berita saja maka menampilkan berita yg lebay agar heboh dimata masyarakat
Quote:
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for pesan TS:
kalo berkenaan bagi :melonndan: donk gan masih abu2 nih. .:D,bantu sundul yah gan
Oh ya gan kalo ga salah tadi ada juga membahas ginian,deket jam 5 tadi pagi dengan bapak surono dari PVMB klo ga salah.
TV : menurut lap, rekan saya di jl kaliurang km 6.5 masih merasakan awan panas Merapi bagaimana menurut bapak situasi disana dst...(gila aja klo jakal km6,5 kena awan panas??abis tuh jogja,karena udah pasti kemana2 abunya http://ceri.ws/smilies/small_capedech.gif
S : kalau rekan anda merasakan awan panas, dia tidak akan bisa melaporkan apa2.(hidup pak guru,geblek ni reporter -_-
S : saya tidak tahu apa yang rekan anda laporkan, tapi kalau rekan anda merasakan awan panas dia tidak bisa lagi melaporkan apa2...awan panas itu mencapai 800 derajat celcius..kalau awan panas sampai ke sana habis sudah semua.
studio : pak apa bapak bisa memastikan apakah akan terjadi letusan kembali di gunung merapi
yang di telopon :saya tidak tahu mbak,akan terjadi letusan kemabli atau tidak.tapi yang pasti kami selalu mengabarkan bila terjadi peningkatan
studio :memang tidak ada alat pak untuk mempredisikan akan terjadinya letusan..
yang di telp :mbak kalo ada alat yang bisa mempredisikan kapan terjadinya letusan beritahu saya dan akan saya beli alatnya tampa saya tawar.berapapun harganya akan saya beli
Reporter TiVu ONE* (baca: TIPUAN) melaporkan dari pos pemantauan pantat domba. "Saat ini situasi pantat domba masih terasa dingin, aman dan terkendali. Kami masih menantikan semburan wedhus gembel dengan bau khasnya yang sangat dikuatirkan masyarakat tersebut. Kami akan terus mengaburkan berita untuk pemirsa TV ONE mengenai situasi di sekitar pantat domba. Kembali ke studio."
*Jadi reporter di TiVu ONE gak usah pinter otaknya, yang penting bisa TERDEPAN MELEBAYKAN berita. Cukup pakai otak yang didengkulnya aja. :maho
Quote:
update lagi
wah ga nyangka trit ane rame bgt. .:D
makasih yah buat agan2 & sista2 buat partisipasi komenknya. .:ganteng:
and terima kasih bnyk buat juragan yg udh menyisihkan sebagian melonnya untuk ane. .:ganteng:
TV ONE masih mengejar rating dalam penyajian beritanya, dengan berbagai macam cara, termasuk memanipulasi informasi agar berita tersebut menarik, namun imbasnya seakan-akan berita yang dibuatnya menjadi berita yang bertele-tele termasuk pengajuan pertanyaan.
ane rasa reporternya bukan dari lulusan komunikasi / jurnalistik yang memang mengandalkan rumus 5W+1H, asal cetak dan hasilnya parah!
Update gan, reporter TV One dimarahi oleh ketua BPPTK dengan percakapan seperti ini:
Kata ketua BPPTK: rekan anda melaporkan salah, masak awan panas radus 10 km, klo iya sekarang rekan anda sdh tdk bs laporan dan kami semua yg d penampungan habis. siapa yg membuat anda melaporkan ini???
Dan sebagai berita dari warga Jogja, karena ketololan TVone dalam menyebarkan berita yang tidak berdasarkan fakta, satu orang warga Jogja meninggal karena panik. Korban terserempet truk di jalan kaliurang.
Polisi yang mengatur pengungsi juga terkena imbas pemberitaan TV ONE. Bukannya mendengar nasihat relawan yang berada di pos2 merapi, mereka malah memaksa masyarakat untuk mengungsi, padahal hanya ada hujan abu dan tidak mematikan. Hal ini menyebabkan kepanikan di jalan kaliurang. Kemacetan. Kalau anda melihat sendiri, saya yakin anda akan miris.
Mohon jangan update berita tentang merapi di TV ONE karena diragukan keakuratannya.