SUBANG, KOMPAS.com — Darsem—tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.
Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.
"Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?" katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. "Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin," kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.
Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.
Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. "Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar," ujar Darsem.
Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi'i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.
Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.
Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.
[spoiler=open this] for :
tadi gw abis denger berita di trans tv gan, abis sahur kesel bgt sumpah...... si darsem udah lolos dari hukuman pancung di arab, dia kaya mendadak, dapet dana bantuan dari tetangga dan masyarakat lain sampe 1M-an lebih.... janjinya uang mau buat benerin jalan & sedekah ke orang yg kurang mampu, eh sekarang malah dibuat beli emas2 dan gw denger di berita, "dia enggan mengeluarkan uangnya". anak2nya & keluarganya dibeliin kalung emas. tetangganya ngaku, setelah pulang ke indonesia si darsem ini jadi angkuh, ga pernah negur & menyapa tetangganya...
tetangganya bilang kalo mereka nyesel udah bantuin ngumpulin dana, dan bantu2
Dari awal ane udah gak dukung.. ngapain pemirsa ngumpulin duit buat personil.. lagian pas tiap wawancara juga gak ada itikad baiknya..
Trus ane yakin gak semua TKW yg dihukum di Arab karena kelalaian hukum disana.. tapi Keteledoran TKW yg gak Profesional dan Gelap..
Konsumen TKW/TKI disana juga butuh layanan gan.. bukan TKW/TKI yang pembunuh...
taro pejwan. biar gak ada yg bego lagi yg ngekampanyekan dukungan buat kasus yg geje. kecuali kasus yg disiksa dan ada bukti kuat yaitu bekas penyiksaan yg tak lazim.
dimana-mana, orang itu di kasih kail nya dulu kalo mau makan ikan, lah ini langsung di kasih ikannya, ikan paus lagi. gimana gak lupa daratan coba ?
padahal dia sendiri yg ngomong, "Bagi Darsem, angka sebesar itu sangat fantastis. "Untuk bayar utang waktu saya masih di Arab, dan mau sedekah ke anak yatim dan kaum jompo," ujar Darsem kepada INILAH.COM, Senin (25/7/2011)."
Baru keliatan belangnya ya? baru pada nyadar ya? kemana yang kemaren teriak-teriak "selamatkan darsem, selamatkan tkw indonesia di arab saudi, bla bla bla"
Yang dihukum, tentunya yang bersalah, terlepas dari perbedaan ras maupun agama atau bangsa atau yang lainnya. Jangankan hukum agama, hukum negara pun sudah mengatur demikian, lha pembunuh kok pada dibela-bela, jadi nasionalis buta semua, "darsem bebas, harga mati, kalau tidak stop pengiriman TKI ke Arab Saudi. sungguh picik.
Segala sesuatu harus dilihat dari dua sisi, memang menyenangkan berperan menjadi korban dan menyalahkan segala hal, termasuk keadaan ikut disalahkan, tapi apa pernah menilai diri sendiri? Apakah kelakuan, perbuatannya sudah sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku atau belum.
Mengenai Darsem, menjadi pelajaran bagi kita semua, agar lain kali lebih jernih bertindak dan memihak, jangan sedikit-sedikit menjadikan kita nasionalis buta.
Komentar pribadi tentang darsem, dasar manusia tak tau diuntung, tak bisa bersyukur! Tapi dia juga tidak salah, uang 1.2M juga sudah diberikan kepada nya, artinya itu semua adalah hak nya, mau dipake buat beli gelang kalung emas segede rantai kapal keruk sekalipun, itu hak dia, bisa apa kita, selain mengutuk perbuatannya, hehehe...
setuju ane gan,tadi juga ane ngliat beritanya.M.I.R.I.S...satu keluarga pake kalung emas semua dan dia lupa akan janji-janjinya,gak tau apa yakk duit yang buat bantu dia itu semua dari mana asalnya..contoh manusia yang lupa daratan nih gan:muntah:
ane si ga heran gan, nmanya jg manusia aplgi seorang darsem yg dluny hidup serba berkecukupan.. nah skg mendadak kaya dg duit dtngan 1,2 M ga heran mendadak smbong dn lupa sm janjinya.. ga jauh beda sm wakil rakyat kita gan.. janjinya byk realisasinya d'janjiin lg bgtu dan strusnya.. http://ceri.ws/smilies/small_capedech.gif
yah gan.. gara2 duid semua bisa berubah. pas lagi susah aja ngomong na bae2. minta belas kasihan. pas uda dapet duid na aja. ngomong na laen lagi. :cd: liad aja si prita. mana tuh duid logam yang di kumpulin. ilang dari peradaban tuh :listen music: