Badan Kehormatan (BK) DPR RI akan menggunakan jasa dua ahli IT pada Selasa (22/5/2012), untuk meneliti video porno yang diduga melibatkan anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, KMN.
Jika ternyata video porno yang terlanjur tersebar ke masyarakat itu adalah hasil rekayasa dan disebarkan oleh anggota DPR lainnya, maka dia akan dipecat.
"Kalau dilakukan dengan suaminya, apa yang salah? Tapi, kalau ada pihak ketiga yang meneyebarkan, kemudian (pemeran) laki-lakinya diubah, itu rekayasa teknologi. Sekarang teknologi kan dah canggih. Antara dia orang yang harus dikasihani atau dihukum, kan beda jauh. Kalau ternyata penyebarnya anggota PDR, maka dia yang dipecat," kata Wakil Ketua BK DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Siswono Yudhohusodo, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5/2012).
Salah satu adegan dalam film porno asia profesional (semi vulgar) :D
Dengan budget besar dan ratting yang tiinggi :D
Menurut Siswono, dua ahli IT dari pihak luar itu akan meneliti keaslian video porno tersebut. "Apakah ini suatu rekayasa teknologi? Dia korban dari suatu orang yang menyebarkan, atau dia yang menyebarkan, itu berbeda," ujarnya.
tapi korupsi ko lama amat ya sampe beritanya ilang semenjak tragedi sukhoi
kaya iklan aja, KORUPSI HILANG! :ngakak:
iya gan,, kalau interpol dan jajaran TNI + POLRI berani berantas tuntas, pasti aman deh.. Jangan pandang bulu (artis, pejabat, menteri, masyarakat, presiden sekali pun!!).
ane sih gak benci pornografi, karena sebagian memang untuk konsumsi orang dewasa (baik dalam hal seni dan ilmu pengetahuan). Yang ane pertanyakan dan salahkan, kenapa gak jadi bintang bokep sekalian, kan nambah uang masuk tuh (sampingan kalo orang kerja bilang :D). Gaji bintang bokep dan pejabat jauh lebih tinggi bintang bokep lho, malah ada yang sampai 12 Milliar/1 Episode (1 judul film / sekali main doang). Bayangin gan, sekali "MAIN" (sekali shoot) bisa dapat duit segitu banyak, udah enak + terkenal + dapat duit pula.